MAHATVA.ID -Dua desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, ditetapkan sebagai pionir program digitalisasi desa menuju maturitas ekonomi berbasis teknologi. Desa Kelaan dan Desa Matakus resmi dipilih Direktorat Layanan TI Badan Usaha BAKTI Komdigi untuk mengikuti program Internet Mandiri Desa, sebagai langkah nyata menutup kesenjangan digital di kawasan pesisir timur Indonesia.
Program strategis ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Yunus Fredek Batlayeri menegaskan, bahwa digitalisasi desa akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami bersyukur dua desa dari Tanimbar terpilih. Ini peluang emas untuk mengembangkan usaha internet mandiri lewat BUMDes. Akses teknologi harus jadi tulang punggung pembangunan,” ujar Batlayeri saat membuka sosialisasi di Balai Desa Tutmanvuri, Desa Kelaan, Tanimbar Utara.
Program Komdigi menargetkan pembangunan konektivitas internet desa, peningkatan kapasitas SDM, hingga pendampingan operasional BUMDes agar mampu menjadi penyedia layanan internet berkelanjutan.
PIC Manajemen Akuisisi Kemitraan BAKTI, Rizkiadi Erlangga, menegaskan bahwa kolaborasi desa dan penyedia jaringan menjadi kunci menutup kesenjangan digital di Indonesia.
Ia mencontohkan keberhasilan BUMDesma Panca Mandala Tasikmalaya yang kini mengelola bandwidth hingga 400 Mbps secara mandiri. Model serupa akan diterapkan di Kelaan dan Matakus dengan skema kemitraan lokal. Hingga pertengahan 2025, 56 BUMDes di seluruh Indonesia tercatat bergabung, termasuk di Riau, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, NTT, dan Maluku Utara.
Kepala Desa Kelaan, Henrison Baulu, berkomitmen penuh mendukung program ini. Ia menegaskan BUMDes Kilibait akan menjadi pionir penyedia internet desa.
“Saya jamin 100 persen semua warga Kelaan akan pakai internet mandiri. Modal desa siap kami alokasikan semaksimal mungkin. Kami ingin mandiri dan maju,” tegas Henrison.
Desa Kelaan menargetkan 157 rumah sebagai pengguna awal. Layanan ini akan menunjang sektor produktif seperti perikanan dan perkebunan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.




