MAHATVA.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan dua penerbangan dari Indonesia terdampak penutupan ruang udara Uni Emirat Arab (UEA) setelah insiden jatuhnya serpihan drone di sejumlah wilayah negara tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan perwakilan Indonesia di UEA melaporkan serpihan drone ditemukan di wilayah Dubai pada Senin (16/3/2026).

Serpihan tersebut dilaporkan jatuh di beberapa lokasi, termasuk di area dekat Bandara Internasional Dubai, yang menyebabkan kebakaran dan penghentian sementara aktivitas bandara.

“Terkait warga negara Indonesia, terdapat dua penerbangan maskapai Emirates dari Indonesia menuju Dubai yang terdampak pengalihan pendaratan,” kata Heni dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Dua Penerbangan Dialihkan

Salah satu penerbangan yang terdampak adalah Emirates EK-359 dari Jakarta menuju Dubai yang membawa sekitar 309 penumpang. Pesawat tersebut dialihkan untuk mendarat di Bandara Internasional Zayed, Abu Dhabi.

Sementara itu, penerbangan Emirates EK-399 dari Denpasar dengan sekitar 300 penumpang akhirnya mendarat di Bandara Internasional Al-Maktoum, Dubai.

Meski terjadi pengalihan penerbangan, Kemlu memastikan hingga saat ini tidak ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban akibat insiden tersebut.

“Sejauh ini tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban ataupun meminta bantuan terkait insiden tersebut,” ujar Heni.