MAHATVA.ID – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, meresmikan pabrik bahan prekursor baterai milik PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (13/1/2026).
PT ABEB merupakan perusahaan terafiliasi dengan jaringan CNGR Group yang bekerja sama dengan Jhonlin Group milik pengusaha nasional H. Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam). Perusahaan ini berfokus pada produksi Ternary Precursor berbasis nikel untuk industri baterai lithium.
Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie menyampaikan apresiasi atas terobosan industri pengolahan dalam negeri yang dinilai memberi manfaat strategis bagi sistem pertahanan negara.
“Pada 2026, produksi bahan baku baterai ini diharapkan menjadi terobosan strategis bagi Indonesia dalam mendukung penguasaan teknologi, termasuk teknologi pertahanan. Hilirisasi yang transparan menunjukkan kontribusi nyata industri terhadap kepentingan pertahanan nasional,” ujar Sjafrie, dikutip Kamis (15/1/2026).
Dukung Hilirisasi dan Industri Pertahanan
Sjafrie menegaskan, pengembangan sumber daya alam melalui program hilirisasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam membangun dan memperkuat industri pertahanan nasional.
PT ABEB sendiri memproduksi Ternary Precursor, bahan perantara utama dalam produksi material katoda baterai lithium yang berperan penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 20.000 ton per tahun.
Investasi KEK Setangga Capai Rp4,7 Triliun
Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengungkapkan bahwa hingga Triwulan III 2025, KEK Setangga telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp4,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 3.001 orang.




