Bogor, MAHATVA.ID – Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) terus berlanjut dengan semangat mengembangkan dunia perfilman lokal dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor. Kali ini, Panitia FFKB menyambangi SMK Bina Putra Mandiri, salah satu sekolah yang dikelola oleh H. Egi Ghunadi Whibawa, Anggota DPRD Kabupaten Bogor sekaligus salah satu tokoh pendorong lahirnya FFKB.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempromosikan FFKB sekaligus menginspirasi generasi muda agar berani mengekspresikan kreativitas melalui medium film. Mengusung tema “Satu Kecamatan, Satu Film: Menciptakan Budaya Baru untuk Kabupaten Bogor Maju”, FFKB diharapkan menjadi wadah strategis bagi sineas muda dalam meningkatkan kualitas karya sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Dalam kesempatan itu, Kang Egi Ghunadi Whibawa menegaskan bahwa perfilman merupakan bagian penting dari sektor ekonomi kreatif yang harus terus didorong dan difasilitasi. Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki kekayaan budaya serta potensi sumber daya manusia yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan perfilman daerah.
“Kabupaten Bogor punya modal kuat, baik dari sisi budaya maupun generasi mudanya. Jika difasilitasi dengan baik, bukan tidak mungkin Bogor menjadi salah satu sentra perfilman yang diperhitungkan di Indonesia,” ujar Kang Egi.
Sebagai bukti nyata keseriusan FFKB, gelaran FFKB 2025 telah sukses dilaksanakan dan melahirkan sejumlah karya serta talenta terbaik dari berbagai kecamatan. Berikut para pemenang FFKB 2025:
- Artistik Terbaik: Raffy Abdurahman ZM – “Rinai” (Kecamatan Sukamakmur)
- Film Terbaik: Mulih Kajati Mulang ka Asal (Kecamatan Cigombong)
- Aktor Terbaik: Muhamad Ikhsan sebagai Nano (Nano Plastik) (Kecamatan Bojonggede)
- Aktris Terbaik: Ceu Noe sebagai Emak (Terlambat Waktu Kan Menunggu) (Kecamatan Cisarua)
Menariknya, kegiatan FFKB juga terintegrasi dengan agenda reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor. Kang Egi Ghunadi Whibawa menggelar kegiatan reses tersebut di Cafe Eatdah Perum 2 Parungpanjang, Kabupaten Bogor, yang sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang dialog dan promosi pengembangan perfilman daerah.
Langkah ini menegaskan komitmen Kang Egi dalam menjadikan perfilman sebagai bagian dari pembangunan budaya dan ekonomi kreatif Kabupaten Bogor, sekaligus membuka ruang partisipasi aktif bagi generasi muda di setiap kecamatan.



