Bogor, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program pembinaan kepribadian yang inovatif dan sarat nilai budaya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan latihan kesenian tradisional Sunda Lengser, yang diikuti dengan antusias oleh warga binaan, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Lapas Kelas IIA Cibinong dengan Sanggar Seni Putra Binekas dari Paguyuban Kesenian Sunda Kabupaten Bogor. Dalam pelaksanaannya, para pelatih profesional memberikan materi teori sekaligus praktik secara langsung, sehingga warga binaan tidak hanya memahami makna filosofis seni Lengser, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan baik.

Pelatih dari Sanggar Seni Putra Binekas, Deden, mengapresiasi semangat dan kesungguhan warga binaan selama mengikuti latihan.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa. Seni Lengser bukan hanya tentang gerakan, tetapi juga mengajarkan etika, karakter, dan penghormatan terhadap budaya. Kami berharap keterampilan ini bisa menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Deden.

Pelestarian seni budaya tradisional Indonesia menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tersebut. Di tengah arus modernisasi, seni tradisional dinilai perlu terus dijaga dan diwariskan. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai luhur budaya Nusantara, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa latihan seni Lengser merupakan bagian dari program pembinaan yang berorientasi pada pengembangan bakat, keterampilan, serta pembentukan karakter positif warga binaan.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Selain pembinaan mental dan spiritual, warga binaan juga diberi ruang untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan seni budaya tradisional Sunda,” kata Wisnu.

Menurutnya, pembinaan berbasis seni budaya memiliki dampak positif dalam membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan di antara warga binaan. Keterampilan seni yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi bekal berharga setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Cibinong tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya lokal. Warga binaan diharapkan mampu ikut menjaga dan mengembangkan budaya Sunda serta budaya tradisional Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan di lapas dapat berlangsung produktif, inspiratif, dan memberi harapan baru bagi masa depan.