Jakarta, MAHATVA.ID – Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India menuai sorotan, khususnya terkait keterlibatan agen pemegang merek (APM) lokal di Indonesia. Merespons hal tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menegaskan bahwa Mitsubishi Fuso sempat dilibatkan dalam proses tender pengadaan kendaraan niaga tersebut.
Sales and Marketing Director KTB, Aji Jaya, mengatakan Mitsubishi Fuso mengikuti proses tender pengadaan kendaraan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dijalankan Agrinas Pangan.
“Iya, Mitsubishi Fuso dilibatkan dalam proses pengadaan unit untuk Agrinas melalui proses tender,” ujar Aji dikutip Senin, (23/2/2026).
Meski demikian, Aji menegaskan bahwa keputusan akhir tender, termasuk pemenuhan unit melalui mekanisme impor, sepenuhnya berada di tangan pemerintah dan instansi berwenang.
Sebagaimana diketahui, Agrinas Pangan memutuskan untuk mengimpor total 105.000 unit kendaraan niaga dari India dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun, di tengah tekanan yang masih membayangi industri otomotif nasional sepanjang 2025.
Secara rinci, sebanyak 35.000 unit pikap Scorpio dipasok oleh Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7, masing-masing sebanyak 35.000 unit.
Menurut Aji, volume impor dalam jumlah besar tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap permintaan kendaraan niaga nasional pada 2026, terlebih setelah penurunan signifikan yang terjadi sepanjang 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi wholesales truk sepanjang 2025 hanya mencapai 56.754 unit, turun 15% secara tahunan. Sementara penjualan ritel dari dealer ke konsumen merosot 11% menjadi 59.303 unit.
“Karena jumlahnya cukup besar, tentu akan berpengaruh. Namun, kami akan terus menjaga konsistensi produksi lokal, memastikan suplai yang stabil, serta mengedepankan standar kualitas sesuai regulasi pemerintah dan yang telah diakui konsumen,” jelasnya.



