Bogor, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan aplikatif yang berorientasi pada kemandirian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Bakery yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Cibinong, bekerja sama dengan PT Cakrawala Langit Persada, Kamis (22/1/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah Warga Binaan dan bertujuan memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis di bidang pengolahan roti. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan baku, teknik dasar pembuatan roti, pengolahan adonan, hingga praktik produksi secara langsung sesuai standar industri.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Cibinong, Tunggadewi Ratu Wardhani, menyampaikan bahwa pelatihan bakery merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan bernilai ekonomis.
“Pelatihan bakery ini kami selenggarakan sebagai bentuk pembinaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Harapannya, Warga Binaan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan etos kerja untuk mandiri ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa kerja sama dengan pihak swasta menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan di dalam lapas.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan PT Cakrawala Langit Persada sebagai mitra pembinaan. Sinergi ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan, yakni membina dan mempersiapkan Warga Binaan agar mampu berdaya guna dan berdaya saing setelah menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Wisnu juga berharap pelatihan bakery ini dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan unit usaha produktif di dalam lapas serta mendukung program reintegrasi sosial Warga Binaan.
Salah satu Warga Binaan peserta pelatihan berinisial AR mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan keterampilan baru yang bermanfaat untuk masa depan.
“Saya sangat bersyukur bisa ikut pelatihan bakery ini. Selain menambah pengetahuan, kami juga belajar langsung praktik membuat roti yang bernilai jual. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa saya manfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya.

.png)