MAHATVA.ID - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Aceh dan Sumatera Barat pada Minggu, 28 Desember 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi di Gayo Lues, Aceh, dengan dampak getaran terasa hingga Aceh Tamiang, daerah yang sebelumnya terdampak parah banjir dan tanah longsor.
Menurut data BMKG, gempa di Gayo Lues berkekuatan Magnitudo 3,9 dan terjadi pada pukul 22.56 WIB. Pusat gempa berada di darat, sekitar 29 kilometer timur laut pusat Kabupaten Gayo Lues, dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran dirasakan di Gayo Lues pada skala III MMI dan di Aceh Tamiang pada skala II–III MMI.
BMKG menjelaskan, pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seperti truk melintas. Sementara pada skala II MMI, guncangan menyebabkan benda ringan yang digantung bergoyang. Gempa darat dengan kekuatan serupa juga tercatat terjadi di wilayah yang sama pada Jumat, 26 Desember 2025, pukul 14.47 WIB, dengan dampak getaran menjalar hingga Langsa.
Selain Aceh, gempa juga mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Minggu pagi pukul 09.11 WIB. Gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 4,7 dengan pusat gempa berada di darat, 19 kilometer barat daya Bonjol, Pasaman, pada kedalaman 10 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang BMKG, Suaidi Ahadi, menjelaskan,
"Gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Kajay - Talamau."
BMKG mencatat intensitas gempa di Agam lebih kuat, yakni pada skala III–IV MMI. Getaran dengan intensitas serupa dirasakan di Pasaman, Pasaman Barat, dan Bukittinggi. Pada skala IV MMI, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah serta menyebabkan jendela dan pintu berderik.
Laporan lapangan yang disertakan dalam keterangan tertulis BMKG menunjukkan adanya kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Sumber MDMC Muhammadiyah Kecamatan Palembayan, Agam, melaporkan sebanyak 10 rumah mengalami kerusakan berupa retakan dinding.
Hingga Minggu, 28 Desember 2025 pukul 09.33 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan satu kali gempa bumi susulan dengan Magnitudo 4,7. Gempa susulan terjadi sekitar empat menit setelah gempa utama, dengan tingkat guncangan yang sama, yakni III–IV MMI di wilayah Agam.




