MAHATVA.ID – Tim voli putra Jakarta LavAni Livin’ Mandiri, klub binaan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), harus mengakui keunggulan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam laga final Grand Final Proliga 2025 yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu malam (13/5/2025).

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi, LavAni takluk dengan skor dramatis 2-3 (25-19, 25-23, 22-25, 22-25, 9-15). Kekalahan ini membuat Bhayangkara Presisi dinobatkan sebagai juara PLN Mobile Proliga 2025, sementara LavAni harus puas menjadi runner-up.

Meski begitu, apresiasi dan semangat terus disampaikan oleh putra sulung SBY sekaligus Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Dalam sambutannya pada agenda TYI Lecture Series yang digelar di Ballroom Hotel Marriott, Yogyakarta, AHY menyampaikan rasa sedih sekaligus harapannya untuk masa depan LavAni.

“Saya masih sedih dengan kekalahan LavAni semalam. Sungguh menyakitkan, Pak,” ucap AHY di hadapan para undangan dan panelis dari Stanford University.

“Bola voli di Indonesia itu seperti American football di negara Anda. Jadi tadi malam, kita kalah di Super Bowl versi Indonesia—yakni Grand Final Proliga.”

Di awal pidato, AHY turut mengingatkan pesan bijak dari ayahnya, SBY.

“Pak SBY selalu mengingatkan kita bahwa sometimes we win, sometimes we learn. Jadi teruslah maju. Mulai lagi dan lakukan yang lebih baik. Raih kejuaraan itu tahun depan. Lavani forever!”

Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan dari para hadirin, menunjukkan besarnya dukungan dan semangat terhadap perjuangan LavAni sebagai salah satu klub paling konsisten di Proliga dalam beberapa tahun terakhir.