Batam, MAHATVA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi melaksanakan groundbreaking pembangunan pipa gas bumi West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping, sebagai langkah strategis memperkuat pasokan energi nasional dan mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.
Pembangunan pipa gas ini merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sekaligus implementasi Pasal 33 UUD 1945 dan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Migas yang menegaskan bahwa gas bumi diprioritaskan untuk kepentingan domestik.
Groundbreaking dilakukan oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmat, bersama Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Rakhmad Dewanto, Sekretaris Ditjen Migas M. Rizwi, serta Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo. Turut hadir jajaran SKK Migas, PLN Group, Kejaksaan Negeri Batam, DPRD, TNI-Polri, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
Proyek Strategis Nasional, Investasi Rp1 Triliun
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, seluruh tahapan penting mulai dari AMDAL, Tie In Agreement, asuransi, hingga perizinan berhasil diselesaikan. Pipa gas WNTS–Pulau Pemping menjadi proyek strategis yang menghubungkan potensi gas Laut Natuna dengan kebutuhan energi domestik, khususnya pembangkitan listrik dan industri.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa proyek ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan energi nasional.
“Pembangunan pipa gas WNTS–Pulau Pemping merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik. Proyek ini mendukung ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah gas bumi, serta memperkuat sinergi sektor hulu migas dan ketenagalistrikan,” ujar Djoko Siswanto, Selasa (10/2/2026).
Djoko menyebutkan, proyek pipa gas ini menyerap investasi sekitar Rp1 triliun, dikerjakan 100 persen oleh tenaga kerja dalam negeri, serta membuka ratusan lapangan kerja yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Gas Natuna “Pulang Kampung”



