MAHATVA.ID – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berdasarkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kecamatan Sukamakmur mengalami kenaikan dari peringkat 39 pada tahun 2023 menjadi peringkat 37 pada tahun 2024. Namun, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Gerindra, Ansori Setiawan, menilai bahwa angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Menurutnya, peningkatan peringkat IPM Sukamakmur bisa lebih optimal jika data kependudukan lebih sinkron dan diperbarui secara berkala.
"Saya warga asli Sukamakmur, dan saat ini masyarakat di sini sudah sangat sadar akan pentingnya pendidikan. Namun, peringkat ini masih terpengaruh oleh data yang belum diperbarui," ujar Ansori Setiawan.
Hal senada diungkapkan oleh Camat Sukamakmur,Bakri Hasan, ia menjelaskan bahwa penilaian IPM menggunakan data sensus penduduk yang bersumber dari Kartu Keluarga (KK). Sayangnya, banyak data dalam KK yang belum diperbarui, sehingga berdampak pada peringkat IPM Sukamakmur.
"Banyak warga yang sebenarnya sudah menyelesaikan pendidikan lebih tinggi, tetapi belum melakukan update data di KK mereka. Akibatnya, data yang digunakan untuk IPM masih mencerminkan kondisi lama dan membuat seolah-olah Sukamakmur tertinggal dalam dunia pendidikan, padahal faktanya tidak demikian," jelasnya.
Pembangunan Infrastruktur Jadi Fokus Utama
Selain isu pendidikan, pembangunan infrastruktur di Kecamatan Sukamakmur juga menjadi perhatian Ansori Setiawan. Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah perbaikan jalan yang menghubungkan Citereup – Sukamakmur.
"Perbaikan infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Saya bersama 10 anggota DPRD lainnya dari Dapil 2 akan mengawal proyek ini. Mudah-mudahan tahun ini, program Infras Jalan Daerah (IJD) bisa segera direalisasikan," paparnya.




