Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 10 hingga 16 November 2025, dan menyasar 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor.
Dilansir dari akun resmi @gpmistimewa_kabbogor, Sabtu (8/11/2025), program ini digagas untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang akhir tahun, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi daerah.
GPM Istimewa juga menjadi wujud sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, BUMD, serta pelaku usaha pangan lokal dalam mendukung program nasional pengendalian inflasi dan ketahanan pangan.
Berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga di bawah pasar, seperti beras, telur ayam, minyak goreng, cabai, bawang merah, gula pasir, dan sayur-mayur segar.
Pelaksanaan GPM Istimewa 2025 dilakukan secara bergiliran di tiap kecamatan, dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin, 10 November 2025 – Kecamatan Cigombong, Rumpin, Tanjung Sari, Rancabungur, Leuwisadeng, dan Nanggung
- Selasa, 11 November 2025 – Kecamatan Cigudeg, Ciomas, dan Leuwiliang
- Rabu, 12 November 2025 – Kecamatan Babakan Madang, Tajur Halang, Dramaga, dan Pamijahan
- Kamis, 13 November 2025 – Kecamatan Tenjolaya, Jonggol, Cijeruk, Gunung Sindur, Citeureup, dan Gunung Putri
- Minggu, 16 November 2025 – Kecamatan Cileungsi
Melalui kegiatan ini, DKP Kabupaten Bogor berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, terutama menjelang momentum akhir tahun dan libur panjang.
“GPM Istimewa menjadi bentuk nyata perhatian Pemkab Bogor dalam menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” demikian keterangan DKP dalam unggahan resminya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar serta memperkuat rantai distribusi pangan di tingkat kecamatan.




