BOGOR, MAHATVA.ID — Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Jaro Ade, melaksanakan kegiatan Jum’at Keliling (Jumling) di Masjid Besar Al-Mukromin, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Jaro Ade menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Besar Al-Mukromin. Bantuan tersebut bersifat stimulus dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan masjid, mulai dari perbaikan atap, peningkatan pencahayaan, pembangunan tempat wudhu, hingga sarana dan prasarana penunjang ibadah lainnya.
Kegiatan Jum’at Keliling ini turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, Camat dan Forkopimcam Sukajaya, para kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Jaro Ade menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus tetap dibarengi dengan semangat gotong royong masyarakat.
“Bantuan ini jangan sampai menghilangkan semangat gotong royong. Justru gotong royong harus tetap menjadi modal utama, karena masyarakat Cileuksa dikenal sangat kompak,” tandasnya.
Wabup Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini berperan aktif dalam pembangunan wilayah, termasuk TNI-Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa. Ia menyoroti progres pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kecamatan Sukajaya yang telah berjalan di beberapa desa berkat kolaborasi berbagai pihak.
“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kepedulian masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan,” ujar Jaro Ade.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan kebersihan lingkungan melalui program Jumat Bersih yang melibatkan seluruh elemen warga. Menurutnya, lingkungan yang bersih mencerminkan keimanan yang kuat sekaligus menjadi bagian dari pola hidup sehat.
Jaro Ade juga mengapresiasi program Hutan Kota yang dijalankan di wilayah Sukajaya. Ia mendorong agar penanaman tidak hanya dilakukan pada tanaman jangka pendek, tetapi juga pohon kayu keras sebagai investasi lingkungan jangka panjang.


