Bogor, MAHATVA.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor bersama Sanggar Rumah Hitam Putih, Karang Taruna Kabupaten Bogor, KNPI Kabupaten Bogor, dan Purna Paskibra Kabupaten Bogor resmi menggelar workshop film ekonomi kreatif dalam rangka Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB).

Festival ini mengusung visi besar menjadikan Kabupaten Bogor sebagai kota film dengan target produksi 40 film dari 40 kecamatan sebagai peserta festival.

TB. Ule Sulaeman: Kabupaten Bogor Bisa Hasilkan 400 Film dalam 10 Tahun

Penggagas acara, TB. Ule Sulaeman, menegaskan niat Kabupaten Bogor menjadi kota film sangat mungkin terwujud. Setiap tahunnya akan lahir 40 film, yang berarti dalam kurun waktu lima tahun tercipta 200 film, dan dalam 10 tahun ke depan mencapai 400 film.

“Ini capaian luar biasa dan sangat produktif. Film-film tersebut dapat mengedukasi generasi muda Kabupaten Bogor maupun masyarakat Indonesia, karena setiap tahun tema yang diangkat adalah edukasi. Tahun ini temanya Edukasi untuk Negeri,” ujarnya.

Film hasil karya sineas kecamatan akan ditayangkan di sekolah-sekolah se-Kabupaten Bogor bahkan bisa diakses secara nasional melalui media sosial panitia FFKB. “Inilah wujud kontribusi Kabupaten Bogor untuk Indonesia, menghadirkan film edukasi guna mengimbangi tayangan negatif di media sosial,” tambahnya.

Egi Gunadi Whibawa: Tumbuhkan Budaya Kreatif di Kabupaten Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi Whibawa, menilai kegiatan positif ini dapat menumbuhkan budaya baru di Kabupaten Bogor, yaitu budaya kreatif yang mewadahi para insan film lokal.

Ia berharap seluruh camat se-Kabupaten Bogor mendukung kegiatan ini dengan mendorong, memotivasi, dan ikut memberikan dukungan pendanaan bagi sineas kecamatan yang berpartisipasi dalam festival.