Bogor, MAHATVA.ID – Upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kecamatan Cigombong terus dilakukan. Karang Taruna (Katar) Desa Ciburayut bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ibnu Rusy dalam mendukung terwujudnya Indeks Desa Membangun (IDM) melalui program pendidikan gratis berbasis PKBM, sejalan dengan program Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan berlangsung pada 22–24 November 2025, dengan agenda pembagian alat tulis (ATK) dan modul pembelajaran kepada siswa-siswi Kelompok Belajar (Pokjar) Kecamatan Cigombong yang telah terdaftar pada tahap I. Acara dipusatkan di Aula Kantor Desa Ciburayut dan dihadiri Ketua Karang Taruna serta jajaran perangkat desa, Minggu (17/11).

Program PKBM berbasis sekolah gratis—meliputi Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA)—diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus menurunkan pengangguran. Para peserta akan mendapatkan ijazah resmi yang dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau sebagai syarat memasuki dunia kerja.

Ketua PKBM Ibnu Rusy, TB. Akhmad Khoirul Bina atau yang akrab disapa Ai, mengungkapkan rasa syukur atas keberlangsungan PKBM Pokjar yang sudah berjalan selama empat tahun. Ia juga menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembagian ATK dan modul bagi sekitar 41 peserta didik tahun ajaran 2025/2026.

“Terima kasih banyak atas bantuan dan kerja sama semua pihak, baik Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Karang Taruna, Pemerintah Desa Ciburayut, serta lembaga dan tokoh masyarakat,” ujar Ai.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Ciburayut, Belgi Alhuda, turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah terlibat sejak awal pembentukan program hingga pelaksanaan distribusi ATK dan modul.

“Kami berharap ke depan program ini dapat meningkatkan antusiasme warga Kecamatan Cigombong untuk bergabung di PKBM kelas jauh Ibnu Rusy,” ungkap Belgi.

Belgi menambahkan bahwa program PKBM berbasis pendidikan gratis ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga kehadiran program ini mudah diakses oleh masyarakat sebagai alternatif dalam dunia pendidikan,” tutupnya.