MAHATVA.ID – Kreativitas unik ditunjukkan oleh Karang Taruna Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor dalam mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran Sungai Cisawo. Salah satu caranya adalah dengan memasang spanduk lucu bertema Kang Dedi Mulyadi, tokoh yang saat ini viral di media sosial dan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Spanduk dengan tulisan “Pak Dedi yeeh! Pak Dedi aya nu micen sampah” dan “Nu micen sampah sembarangan dilaporkeun ka Bapak Aing” menjadi perbincangan hangat warga. Tulisan tersebut juga dilengkapi ilustrasi wajah Kang Dedi Mulyadi, yang dikenal dekat dengan isu lingkungan dan budaya Sunda.

Menurut Erwin, Ketua Karang Taruna Desa Leuwimekar, ide tersebut muncul sebagai bentuk edukasi yang lebih menarik dan viral-friendly.

“Pemasangan dengan konten ‘Bapak Aing’ itu murni inisiatif saya. Sekarang sedang viral, jadi kami berharap ini efektif mengingatkan masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan,” jelas Erwin, yang juga seorang guru, kepada Mahatva.id (29/5/2025).

Spanduk-spanduk tersebut merupakan bagian dari Program Normalisasi Sungai Cisawo, yang digelar Karang Taruna pada 10–11 Mei, serta berlanjut pada 17 dan 24 Mei 2025. Dalam kegiatan tersebut, belasan spanduk kreatif dipasang di sepanjang aliran sungai, yang selama ini kerap menjadi titik pembuangan sampah liar oleh warga.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa sungai bukan tempat sampah. Kalau tidak dijaga, ekosistem sungai bisa rusak dan berdampak pada kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari penguatan program lingkungan, Karang Taruna juga memasang 5 unit trash barrier (penahan sampah) yang merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor. Alat ini digunakan untuk mengidentifikasi titik rawan pembuangan sampah, sekaligus memudahkan proses pembersihan.

Erwin menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi program unggulan Karang Taruna Leuwimekar tahun ini. Kegiatan edukasi dan aksi nyata akan terus digalakkan secara rutin.

“Kami ingin memastikan bahwa lingkungan Desa Leuwimekar memiliki sistem manajemen sampah yang tertata dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Kang Erwin.