Jakarta, MAHATVA.ID – Kementerian Transmigrasi bersama Ehime University Jepang dan IPB University resmi menyepakati rencana pengembangan program beasiswa S2 bagi mahasiswa Indonesia. Program ini unik karena penerima beasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga tinggal langsung di kawasan transmigrasi sebagai laboratorium hidup.

Kawasan transmigrasi sendiri merupakan wilayah pengembangan yang ditetapkan pemerintah untuk permukiman dan usaha masyarakat. Program ini bertujuan memeratakan pembangunan, mengurangi kesenjangan wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan penduduk melalui penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul berbasis pendidikan internasional, sejalan dengan inisiatif Transmigrasi Patriot.

“Kerja sama ini sangat strategis. Indonesia memiliki bonus demografi, lahan, dan tenaga kerja, sementara Jepang menghadapi tantangan penuaan penduduk namun memiliki kapital dan teknologi. Jika dikolaborasikan, hasilnya akan memberikan manfaat besar bagi kedua negara,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Ehime University yang dikenal unggul di bidang sains, pertanian, dan teknik, akan menjadi mitra penting dalam program ini. Bentuk kerja sama meliputi program double degree dan S2, dengan skema mahasiswa Indonesia dan Jepang diterjunkan langsung ke kawasan transmigrasi untuk menghadirkan solusi nyata serta inovasi pembangunan berbasis riset bersama.

Bahkan, menurut Iftitah, pihak Ehime University menunjukkan ketertarikan untuk menerjunkan mahasiswanya hingga dosen ke kawasan transmigrasi.

“Bahkan dari Ehime University sendiri tadi kami tawarkan apakah ada kemungkinan satu studentnya dari Jepang yang nanti akan ikut mendapatkan beasiswa dan tinggal di kawasan transmigrasi. Tadi disampaikan, jangankan studentnya bahkan dosennya pun InsyaAllah akan ada yang dilibatkan di dalam program ini,” jelasnya.

Selain beasiswa, kerja sama juga akan mencakup pelatihan transmigran di sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan dengan standar industri Jepang. Skema yang dibahas meliputi pelatihan dasar di Indonesia, pemagangan di Jepang, serta penempatan kembali ke kawasan transmigrasi dengan dukungan investasi dari Jepang.

Inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan generasi transmigran unggul, mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi, sekaligus mempererat hubungan bilateral Indonesia–Jepang dalam bidang pendidikan, riset, dan pembangunan masyarakat.