Bogor, MAHATVA.ID – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan komitmen legislatif untuk mendorong pengelolaan sampah di tingkat desa sekaligus memastikan anggaran perubahan difokuskan pada sektor pendidikan.
Sastra menyampaikan bahwa volume sampah di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 3.000 ton per hari, sebagaimana dipaparkan Wakil Bupati Bogor. Oleh karena itu, inisiatif DPRD adalah mendorong agar sampah dikelola lebih optimal di desa sebelum masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Sampah yang dibuang ke TPA itu sebaiknya hanya sampah yang memang tidak bisa diolah di TPS di desa-desa. Saat ini timbunan sampah sudah banyak, sehingga diperlukan pengelolaan lebih awal," kata Sastra.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor sedang melakukan kajian lanjutan untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan menjadikan sampah sebagai sumber energi alternatif.
"Beliau (wakil bupati) tadi menyampaikan sedang ada kajian lanjutan. Jadi, sampah ini tidak hanya menumpuk, tapi ke depan bisa dimanfaatkan menjadi energi," jelasnya.
Selain isu lingkungan, DPRD juga menyoroti sektor pendidikan. Dalam APBD Perubahan, Sastra menyebut bahwa penambahan ruang kelas dan mebeler sekolah menjadi salah satu prioritas utama.
"Salah satu prioritas di perubahan ini adalah ruang kelas. Masih ada kekurangan ruang kelas dan mebeler yang harus dipenuhi pemerintah daerah. Karena anggaran perubahan tidak terlalu besar, kita sedang menghitung dan mengkaji agar penggunaannya tepat sasaran," ujar Sastra.
Menurutnya, DPRD akan terus mengawal agar anggaran perubahan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, baik di bidang lingkungan maupun pendidikan.




