BOGOR, MAHATVA.ID — Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiri Al-Ghazali, menegaskan bahwa peringatan Hari Santri ke-10 merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap jejak perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kemerdekaan bangsa ini tidak lepas dari peran penting para santri, terutama melalui fatwa jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, yang kemudian melahirkan peristiwa bersejarah 10 November.
“Republik ini merdeka salah satunya karena upaya para santri, terutama efek jihad yang difatwakan oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Dari sanalah lahir Resolusi Jihad pada 21–22 Oktober di Surabaya yang menjadi embrio perjuangan 10 November,” ujar Dhamiri usai menghadiri Upacara Hari Santri di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Rabu (22/10/2025).
Lebih jauh, Dhamiri berharap momentum Hari Santri dapat menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Bogor agar lebih memperhatikan kesejahteraan dan peran santri di Bumi Tegar Beriman.
“Dengan banyaknya pesantren di Kabupaten Bogor, saya rasa peran santri bisa lebih dimaksimalkan untuk kemajuan daerah,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan regulasi daerah yang berpihak pada pesantren. Dengan adanya Undang-Undang Pesantren, ia mendorong Pemkab Bogor untuk segera menghadirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan keagamaan.
“Kami berharap ada Perda terbaik tentang Pesantren agar segala sesuatunya bisa lebih diperhatikan oleh Pemkab Bogor,” pungkasnya.


