Bogor, MAHATVA.ID — Dinamika organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jawa Barat kembali menghangat. Sejumlah isu mengenai Musyawarah Daerah (Musda), keabsahan Surat Keputusan (SK), hingga polemik di beberapa daerah mulai mencuat ke publik.

Ketua KNPI Jawa Barat, Rohmat Hidayat memberikan penjelasan detail terkait situasi terkini, termasuk progres komunikasi pasca-Musda Sukabumi.

Rohmat menegaskan bahwa seluruh berkas hasil Musda di Sukabumi sudah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, meski komunikasi intensif masih menunggu tahapan-tahapan lanjutan.

“Kalau bicara komunikasi sih belum terlalu intens ya, tapi pada dasarnya semua berkasnya sudah diserahkan ke Pemprov,” ujar Rohmat.

“Kemarin ketemu di Purwakarta hanya silaturahmi biasa. Namun Desember atau Januari insyaAllah pasti ada pertemuan-pertemuan yang akan dilakukan," sambungnya.

Menyoal jumlah KNPI di Jawa Barat, ia menyebut bahwa fenomena dualisme bukan hal yang mengherankan.

“Bicara KNPI, karena di atasnya saja ada lima, ke bawah lima pun logis. Tapi kalau di Jawa Barat memang ada dua. Yang satu diduga SK-nya sudah habis,” tegas Rohmat.

Ia memastikan bahwa kepengurusan yang ia pimpin memegang SK yang hidup, hasil Musda dan pelantikan resmi.

“Namanya orang baru dilantik, ya SK baru. SK-nya itu SK hidup. Struktur DPP-nya berbeda, dapurnya berbeda. Jadi kalau diributkan di luar, sebenarnya agak lucu," ungkapnya.