BOGOR, MAHATVA.ID – Pemuda memiliki peran strategis sebagai ujung tombak keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Farizan, dalam bincang pagi Pro 1 RRI Bogor pada Rabu (3/12) pagi. Ia menegaskan bahwa visi KNPI Kabupaten Bogor adalah menjadikan pemuda sebagai garda terdepan dalam mendorong produksi pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Farizan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi pertanian saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Aktivitas bercocok tanam kini jauh berbeda dengan metode tradisional.

“Sekarang mencangkul sawah tidak lagi menggunakan tenaga manual, tetapi sudah bisa memakai traktor ringan. Penyiraman pupuk dan pestisida pun dapat dilakukan menggunakan drone,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan lahan tidur yang masih banyak di Kabupaten Bogor menjadi alasan mendasar pentingnya pemuda mengambil peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Lebih jauh Farizan menyampaikan bahwa menyiapkan masa depan Generasi Emas 2045 melalui ketahanan pangan adalah sebuah keniscayaan. Indonesia memiliki tanah yang subur serta wilayah laut yang luas, sebagai identitas negara agraris dan maritim.

Ia juga menyinggung adanya program yang digagas Dr. Ali Hanafiah melalui konsep Laskar Asta Cita, yang mendorong pengembangan pemuda untuk fokus pada ketahanan pangan. “Salah satu tujuannya adalah mencetak generasi muda tani modern yang mampu mengawal program Asta Cita,” tambahnya.

Farizan turut mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap para petani dan petani muda di Kabupaten Bogor. Ia mencontohkan bantuan yang pernah diberikan kepada Gapoktan Hurip Jaya di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, berupa traktor tangan untuk mempermudah proses pengolahan lahan. Selain itu, para petani juga menerima bantuan bibit tanaman yang dikelola melalui koperasi desa.

“Dengan hadirnya dukungan pemerintah dan semangat pemuda, pertanian di Kabupaten Bogor tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang menjadi sektor modern dan kompetitif,” tutup Farizan.