Bogor, MAHATVA.ID – Riak pasca pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Cileungsi masih terus bergulir. Senior Karang Taruna di wilayah Bogor Timur, Andi Apandi, angkat bicara terkait dinamika yang terjadi setelah proses pemilihan kepemimpinan organisasi tersebut.
Menurut Andi Apandi, persaingan dua kubu dalam memperebutkan kursi Ketua Karang Taruna Kecamatan Cileungsi berasal dari kelompok yang sama, yaitu “kubu berwarna hijau”. Namun, ia menilai keduanya memiliki dukungan berbeda.
“Yang satu diduga didukung Dewan Terhormat, sementara yang satu lagi mendapat dukungan dari para senior,” ujar Andi Apandi kepada Mahatva.id (17/11/2025).
Ia juga menegaskan bahwa tidak seharusnya hasil Temu Karya tersebut disudutkan kepada panitia OC/SC yang memimpin jalannya sidang. Dirinya meyakini panitia telah menjalankan tugas sesuai mekanisme organisasi.
“Saya yakin mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.
Lebih jauh, Andi menyampaikan bahwa polemik setelah pemilihan merupakan hal yang lumrah dalam dunia organisasi. Menurutnya, dinamika semacam ini bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.
“Polemik seperti ini sangat biasa dalam berorganisasi,” ujarnya.
Terkait beredarnya video berisi pernyataan tujuh Ketua Karang Taruna desa yang menolak hasil Temu Karya, Andi menduga ada pihak tertentu yang ikut menunggangi situasi tersebut.
“Video itu saya kira ada penunggang politik saja, sehingga muncul dan tersebar di media sosial,” tambahnya.




