Bogor, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif dan berkelanjutan. Sebanyak 70 warga binaan menerima premi apresiasi atas partisipasi aktif dan kinerja mereka dalam berbagai kegiatan kerja di dalam lapas, yang dilanjutkan dengan pembukaan pelatihan bakery di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Cibinong, Senin (15/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, instruktur pelatihan bakery Chef Zenochka Uma Zivanka, jajaran pejabat struktural Lapas Cibinong, serta para warga binaan peserta kegiatan.

Pemberian premi dilakukan secara tertib dan transparan kepada warga binaan yang terlibat dalam kegiatan operasional lapas. Premi diserahkan secara simbolis oleh Kalapas Cibinong sebagai bentuk penghargaan dan motivasi agar warga binaan terus berperan aktif dalam program pembinaan, menumbuhkan etos kerja positif, serta memiliki bekal keterampilan nyata saat kembali ke tengah masyarakat.

Selain pemberian premi, Lapas Cibinong juga membuka pelatihan bakery yang ditandai dengan penyematan ID card kepada para peserta. Pelatihan ini dipandu langsung oleh Chef Zenochka Uma Zivanka, instruktur profesional di bidang tata boga, yang memberikan pembekalan keterampilan praktis pembuatan roti dan produk bakery lainnya.

Kalapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

“Pemberian premi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga upaya kami untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab warga binaan. Kami ingin mereka merasakan bahwa setiap usaha dan partisipasi akan diapresiasi. Melalui pelatihan bakery ini, kami berharap warga binaan memperoleh keterampilan praktis yang bermanfaat dan siap untuk kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat,” ujar Wisnu.

Sementara itu, Chef Zenochka Uma Zivanka menjelaskan bahwa pelatihan bakery dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh, baik teori maupun praktik, kepada warga binaan.

“Kegiatan ini memberi kesempatan bagi warga binaan untuk memahami ilmu dan praktik di bidang bakery, sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kemandirian. Kami juga memberikan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal setelah mereka bebas,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti tahapan pelatihan mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengolahan adonan, proses pemanggangan, hingga dekorasi dan penyajian produk bakery. Setiap warga binaan mendapatkan kesempatan praktik langsung serta bimbingan personal dari instruktur, termasuk penerapan standar kebersihan dan kualitas produk.