Bogor, MAHATVA.ID – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung proses reintegrasi sosial narapidana, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong atau yang dikenal dengan Lapas Pondok Rajeg melaksanakan program pelatihan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) melalui kegiatan peternakan, Rabu (17/9/2025).

Program ini mencakup budidaya kambing, domba, ikan lele bioflok, ayam petelur, hingga ayam pedaging. Tujuannya, agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar memberikan keahlian teknis, melainkan juga menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja. Hal ini sejalan dengan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang fokus pada pemberdayaan warga binaan.

“Kami terus berupaya memberikan program pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan. Harapannya, warga binaan yang dibekali keterampilan peternakan ini bisa menjadi pribadi mandiri, tidak mengulangi kesalahan, dan dapat berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.

Sehari-hari, warga binaan diajarkan tata cara perawatan ternak, mulai dari membersihkan kandang, memberi pakan dan minum, hingga memantau kesehatan hewan. Seluruh aktivitas dilakukan di bawah pengawasan petugas pembina sebagai bentuk pembelajaran tanggung jawab dan kemandirian.

Salah satu warga binaan berinisial YN mengaku antusias,

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Banyak ilmu yang saya dapat, dan saya berharap bisa memulai usaha ternak setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, Lapas Cibinong ingin mencetak warga binaan yang mandiri dan produktif. Selain memberi manfaat ekonomi bagi individu, program ini juga turut mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi peternakan.