Bogor, MAHATVA.ID – Dalam upaya memperkuat proses pembinaan dan reintegrasi sosial, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di Aula Saharjo, Rabu (8/10/2025). Kegiatan ini menjadi agenda rutin sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pembinaan warga binaan.

Sidang dipimpin oleh Kasi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lapas Cibinong, Nu’man Fauzi, selaku ketua TPP, bersama anggota tim lainnya yang berasal dari berbagai unsur pembinaan dan pengamanan. Melalui sidang ini, tim melakukan evaluasi terhadap aspek perilaku, kedisiplinan, serta keterlibatan warga binaan dalam program pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Penilaian dilakukan guna memastikan bahwa setiap warga binaan yang diusulkan untuk memperoleh hak integrasi, seperti pembebasan bersyarat atau cuti menjelang bebas, telah memenuhi syarat administratif dan substantif yang ditetapkan.

Sebanyak 96 warga binaan menjadi peserta dalam sidang TPP kali ini. Masing-masing dievaluasi berdasarkan laporan perkembangan harian dari petugas pembinaan dan pengamanan.
Penilaian tersebut mencakup kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pembinaan, baik kepribadian maupun kemandirian, yang rutin dilaksanakan di Lapas Cibinong.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa Sidang TPP memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan program pembinaan dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

“Melalui sidang TPP ini, kami memastikan bahwa proses pengusulan hak integrasi benar-benar didasarkan pada hasil pembinaan yang mencerminkan kesiapan warga binaan untuk kembali dan berperan aktif di tengah masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kami mendukung reintegrasi sosial yang berkelanjutan,” ujar Wisnu.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pengurusan hak integrasi di Lapas Cibinong tidak dipungut biaya alias gratis, sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang bersih dan akuntabel.

“Kami pastikan seluruh layanan integrasi diberikan secara gratis tanpa pungutan dalam bentuk apa pun. Setiap warga binaan berhak mendapatkan layanan terbaik selama memenuhi persyaratan pembinaan,” tegasnya.

Salah satu warga binaan berinisial R mengaku bahwa pelaksanaan sidang TPP menjadi momen penting baginya dan rekan-rekan lainnya untuk menunjukkan hasil pembinaan selama menjalani masa pidana.