Bogor, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong atau yang dikenal dengan Lapas Pondok Rajeg bersama Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan panen ikan lele di Taman Berkah Gereja Oikumene Terang Dunia, Senin (3/11/2025).
Kolam lele yang dipanen merupakan hasil budidaya warga binaan selama beberapa bulan terakhir, dengan total hasil panen mencapai 4 kuintal ikan lele. Hasil panen tersebut langsung diolah oleh warga binaan menjadi produk siap saji dengan berbagai bumbu khas, dan sebagian dipasarkan kepada mitra pelayanan gereja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Asta Cita Presiden serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pemberdayaan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, mengapresiasi kerja keras warga binaan yang berhasil membudidayakan ikan hingga mencapai hasil panen melimpah. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti ini memiliki nilai pembinaan yang sangat dalam.
“Panen ini bukan sekadar hasil dari kolam lele, tetapi juga hasil dari kerja keras, disiplin, dan kebersamaan para warga binaan. Kami ingin agar setiap kegiatan di lingkungan Lapas, termasuk di rumah ibadah, menjadi ruang pembelajaran keterampilan dan penguatan karakter,” ujar Wisnu.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Sugiat, menyampaikan rasa syukur dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, momen panen ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Cibinong berjalan dengan baik dan manusiawi.
“Kami merasa terberkati dapat melihat semangat warga binaan yang terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Panen lele ini bukan hanya hasil kerja tangan, tetapi juga hasil kerja hati yang penuh rasa syukur,” ungkapnya.
Salah seorang warga binaan berinisial RD mengaku kegiatan ini memberinya semangat baru selama menjalani masa pembinaan.
“Kegiatan seperti ini membuat kami merasa lebih berarti. Tidak hanya beribadah, tetapi juga bisa menghasilkan sesuatu yang nyata. Dari sini saya belajar sabar, disiplin, dan kerja sama. Hasilnya bisa kami nikmati bersama,” ujarnya.




