Bogor, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Bandung sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penguatan program pembinaan warga binaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Pemasyarakatan, Rabu (17/12/2025).
Rombongan LPP Bandung disambut langsung oleh jajaran pejabat struktural Lapas Kelas IIA Cibinong. Kegiatan diawali dengan pemaparan singkat terkait profil, tugas, dan fungsi Lapas Cibinong, kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai strategi pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan serta peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan LPP Bandung meninjau sejumlah fasilitas layanan dan area pembinaan unggulan yang menjadi andalan Lapas Cibinong. Beberapa di antaranya yakni Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai pusat layanan publik yang transparan dan akuntabel, Dapur Sahabat untuk pemenuhan gizi warga binaan, Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana pengembangan keterampilan, serta Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berbasis produktivitas.
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa kegiatan studi tiru menjadi sarana strategis untuk saling berbagi inovasi, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pembangunan Zona Integritas.
“Kami menyambut baik kunjungan studi tiru dari LPP Bandung. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi dan pertukaran inovasi dalam pelaksanaan pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan, sehingga kualitas layanan pemasyarakatan terus meningkat, khususnya dalam pembangunan Zona Integritas di UPT,” ujar Wisnu.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) LPP Bandung sekaligus Ketua Zona Integritas, Qorry Iriawati, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Lapas Cibinong dalam berbagi praktik baik dan inovasi pelayanan.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan serta paparan yang diberikan Lapas Cibinong. Banyak praktik baik yang dapat menjadi referensi, mulai dari pelayanan di PTSP hingga pembinaan kemandirian melalui BLK dan SAE. Ini menjadi inspirasi bagi kami dalam memperkuat Zona Integritas di LPP Bandung,” ungkapnya.
Selain peninjauan fasilitas, diskusi juga difokuskan pada berbagai strategi dan inovasi yang telah diterapkan Lapas Cibinong dalam mendukung terwujudnya WBK dan WBBM. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan harapan setiap praktik baik dapat diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing satuan kerja.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin solid antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas, serta pembinaan warga binaan yang optimal dan berkelanjutan.

.png)