Bogor, MAHATVA.ID – Lapas Khusus Kelas IIB Sentul melaksanakan skrining penemuan kasus Tuberculosis (TBC) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Selasa (24/9/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Kementerian Kesehatan RI, dengan tujuan mendeteksi dini gejala TBC serta memberikan penanganan lebih cepat bagi yang terindikasi.
Pelaksanaan skrining berlangsung di klinik Lapas, melibatkan pemeriksaan Rontgen Dada (CXR) oleh tim vendor X-Ray PT Cito Putra Utama, serta pengambilan spesimen dahak oleh petugas medis dari Puskesmas Leuwinutug. Sebanyak 18 warga binaan menjadi sasaran pemeriksaan pada tahap ini.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Puskesmas Leuwinutug, serta PT Cito Putra Utama.
Kepala Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Ibnu Faizal, menegaskan pentingnya deteksi dini dalam mencegah penyebaran TBC di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini untuk memastikan bahwa setiap Warga Binaan Pemasyarakatan yang terdeteksi gejala TBC dapat segera ditangani,” ujarnya.
“Deteksi dini sangat penting dalam menanggulangi penyakit ini, sehingga jika terindikasi dapat dilakukan penanganan lebih awal yang tentu saja tingkat kesembuhannya lebih besar,” tambahnya.
Dengan pelaksanaan skrining ini, Lapas Khusus Kelas IIB Sentul menegaskan komitmennya menjaga kesehatan warga binaan sekaligus mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan TBC di Indonesia.

.png)