Jakarta, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIB Sentul mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Penguatan Program Deradikalisasi Tahun 2025 yang digelar di Hotel Mercure Jakarta Simatupang, Senin (18/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program deradikalisasi bagi narapidana terorisme.
FGD dibuka oleh Kepala Subdit Bina Dalam Lapas Khusus Teroris Direktorat Deradikalisasi BNPT, Abadi Wijayanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan strategi pembinaan yang kolaboratif agar proses deradikalisasi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam memastikan pembinaan terhadap narapidana teroris berjalan dengan baik. Strategi harus terus diperbarui dan diperkuat agar hasilnya optimal,” ujar Abadi.
Kepala Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Iswandi, yang juga memberikan sambutan, menegaskan komitmen penuh jajarannya terhadap program deradikalisasi nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, khususnya dalam program deradikalisasi, melalui sinergi yang kuat bersama BNPT dan seluruh pihak terkait. Kami siap melaksanakan setiap tindak lanjut yang diperlukan sebagai dukungan terhadap program nasional,” ujarnya.
Kegiatan berlanjut dengan pemaparan evaluasi oleh Kasi Binapi Giatja, Leddi Wahyudi Sunarya, dan Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, M. Singgih A.P.P., bersama para Subkoordinator dari BNPT. Evaluasi tersebut memuat capaian program, berbagai tantangan teknis maupun operasional, serta rekomendasi penguatan untuk pelaksanaan program tahun mendatang.
Sesi diskusi kemudian berlangsung dinamis. Para peserta membahas langkah strategis untuk memastikan program deradikalisasi berjalan maksimal, adaptif terhadap dinamika lapangan, serta mengedepankan kolaborasi lintas instansi.
Melalui FGD ini, sinergi antara Lapas Khusus Sentul dan BNPT semakin diperkuat. Diharapkan penguatan strategi deradikalisasi tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi keamanan, rehabilitasi, serta pembinaan warga binaan.




