MAHATVA.ID -Video viral memperlihatkan kepadatan ekstrem penumpang di atas KMP Tatamailau milik PT Pelni saat sandar di Pelabuhan Pomako, Timika pada Jumat (12/11/2025).
Situasi yang menyerupai “lautan manusia” itu memicu alarm publik atas potensi kelebihan kapasitas dan risiko keselamatan pelayaran, terutama di jalur laut timur Indonesia yang krusial.
Kepadatan terjadi saat kapal melayani rute Timika, Dobo, Tual, Saumlaki, Ternate, Bitung, bertepatan dengan lonjakan arus penumpang jelang Natal dan Tahun Baru.
Rekaman menunjukkan penumpang berdesakan di dermaga dan dek kapal, sebagian membawa muatan besar, sementara proses naik kapal sempat tertahan berjam-jam.
Seorang penumpang, Agus, menyebut jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang.
Warganet lain menyoroti lemahnya antisipasi lonjakan musim liburan.
“Seharusnya armada ditambah agar tidak berdesakan dan keselamatan terjaga,” tulis Ariel Ajadeh.
Kekhawatiran serupa disuarakan Ella Geliz, Wentira, dan Eneria, yang mengingatkan tragedi pelayaran masa lalu.
Kritik paling keras datang dari Helmi, yang menuding buruknya perencanaan layanan. "Ini karena Pelni biadab. Minggu lalu, tidak ke timika, hanya batas saumlaki dan terus balik ke Jawa, padahal ada mau natal tahun baru."




