Bogor, MAHATVA.ID – Ketua Lintas Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kabupaten Bogor, Daulat S. Harahap, yang juga sebagai ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan silaturahmi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Menurutnya, forum tersebut menjadi langkah strategis dalam merawat dan memperkuat semangat kebinekaan di Kabupaten Bogor.
Daulat menilai, Kabupaten Bogor memiliki karakter masyarakat yang sangat majemuk, baik dari sisi suku, agama, maupun latar belakang budaya. Karena itu, pembangunan daerah tidak mungkin dilakukan secara parsial oleh satu kelompok saja.
“Kebinekaan itu harus berjalan. Kabupaten Bogor ini tidak bisa dibangun hanya oleh satu suku saja. Harus bersama-sama, menyatukan seluruh agama dan suku yang ada,” ujar Daulat di Gedung Serbaguna (24/01).
Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan persatuan antar elemen masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan kondusif. Melalui kegiatan silaturahmi lintas ormas dan lintas suku, menurutnya, ruang dialog dan komunikasi dapat terus terjaga.
Daulat juga berharap agar kegiatan yang diinisiasi melalui FPK dapat dilakukan secara lebih intensif dan berkelanjutan. Hal tersebut dinilai penting sebagai upaya preventif dalam mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
“Sinergi yang berkelanjutan ini penting. Kegiatan FPK harus terus diperbanyak agar tali persaudaraan semakin erat,” katanya.
Lebih lanjut, Daulat menekankan pentingnya komunikasi yang baik antar kelompok masyarakat sebagai kunci meminimalisir konflik, khususnya yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Dengan terbangunnya komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, ia berharap Kabupaten Bogor dapat terbebas dari isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.
Dalam kesempatan tersebut, Daulat S. Harahap juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah memfasilitasi ruang pertemuan bagi lintas ormas dan lintas suku di Kabupaten Bogor.




