Bogor, MAHATVA.ID — Atlet tinju Indonesia asal Kabupaten Bogor, Maikhel Roberrd Muskita, sukses mempersembahkan medali perak pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kabupaten Bogor yang menilai pencapaian Maikhel sebagai bukti kualitas petinju daerah di level internasional.
Maikhel datang ke Thailand bukan sebagai unggulan. Namun dengan membawa Merah Putih dan harga diri bangsa, ia tampil gemilang dengan mengalahkan petinju tuan rumah Thailand yang dikenal sebagai langganan peraih emas SEA Games. Kemenangan tersebut diraih di ring lawan, di hadapan publik Thailand.
Keberhasilan itu mengantarkan Maikhel ke partai final. Di laga puncak, ia berhadapan dengan petinju Filipina yang memiliki rekam jejak mentereng, yakni peraih perunggu Olimpiade, juara dunia Paris, serta pemilik lima medali emas SEA Games. Pertandingan berlangsung ketat dengan kejar-mengejar poin hingga ronde terakhir.
“Darah, keringat, dan seluruh kemampuan saya tinggalkan di atas ring. Hari ini saya harus mengakui kemenangan lawan. Namun saya tidak kalah dalam perjuangan,” ujar Maikhel dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan bahwa medali perak tersebut bukan akhir perjalanan, melainkan batu loncatan menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk target emas di ajang internasional berikutnya.
Sementara itu, Ketua PERTINA Kabupaten Bogor, Saiful menyampaikan rasa bangga atas perjuangan Maikhel Roberrd Muskita yang dinilai telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah Asia Tenggara. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet tinju berprestasi dari Kabupaten Bogor agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
“Prestasi Maikhel membuktikan bahwa atlet Kabupaten Bogor mampu bersaing di panggung internasional. Ini menjadi motivasi bagi petinju muda lainnya,” ujar Saiful.
Prestasi Maikhel menambah catatan positif kontingen Indonesia di SEA Games 2025 sekaligus menunjukkan peran penting pembinaan daerah dalam melahirkan atlet nasional berprestasi.




