MAHATVA.ID -Situasi pasca aksi demonstrasi nelayan tangkap di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, akhirnya memasuki tahap mediasi.
Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minanlarat, turun tangan langsung bersama Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi dialog antara warga nelayan dan pihak PT Taka Hidrocorn Indinesia, Senin (30/3)
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana serius namun terkendali ini menjadi momentum penting untuk meredam ketegangan yang sempat memuncak akibat protes nelayan terhadap aktivitas perusahaan yang dinilai berdampak pada wilayah tangkap mereka.
Dalam forum tersebut, aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta perwakilan nelayan duduk bersama mencari titik temu. Wakapolres menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan dialog terbuka menjadi kunci utama dalam menyelesaikan konflik sosial yang melibatkan kepentingan masyarakat dan investasi.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prioritas. Namun, keadilan bagi nelayan juga tidak boleh diabaikan. Mediasi ini diharapkan menjadi jalan tengah yang bijak,” tegasnya di hadapan peserta rapat.
Para nelayan Desa Lermatang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes atas dugaan terganggunya aktivitas penangkapan ikan akibat operasional PT Taka. Mereka menuntut kejelasan serta perlindungan terhadap ruang hidup dan sumber mata pencaharian mereka.
Dalam suasana penuh tekanan, Wakapolres memilih turun langsung ke lapangan, berbaur dengan massa aksi untuk mendengar keluhan secara langsung.
“Saya tidak bisa hanya mengatur dari jauh. Saya harus hadir di tengah mereka, memahami persoalan, lalu mencari solusi bersama,” tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat sekaligus memastikan investasi berjalan sesuai regulasi dan tidak merugikan warga lokal.

