MAHATVA. ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak untuk mencegah dampak negatif yang mungkin timbul.
Pesan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2024 di Peru pada 15 November lalu.
"Presiden Prabowo menyampaikan bahwa terobosan besar dalam teknologi harus diiringi kebijaksanaan, kesabaran, dan pendekatan akomodatif. Teknologi AI memiliki potensi besar untuk membawa kemajuan, tetapi juga berisiko menyebabkan kehancuran jika disalahgunakan," kata Meutya Hafid dalam acara AI for Indonesia yang digelar di Djakarta Teater, Kamis (5/12/2024).
Presiden, lanjut Meutya, menekankan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan negosiasi dalam menghadapi perkembangan AI.
Pendekatan ini bertujuan agar pengembangan teknologi dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mengabaikan persiapan untuk menghadapi tantangan yang muncul.
"Kolaborasi antara pemerintah dan industri, seperti yang kita lihat hari ini, menjadi langkah penting. Namun, yang lebih utama adalah memastikan masyarakat memahami teknologi ini. Dengan acara dan pengalaman AI seperti ini, kami berharap masyarakat semakin siap menyambut teknologi baru," ujar Meutya.
Menkomdigi juga mengimbau seluruh industri untuk terus berinovasi dan mengadakan kegiatan yang mempersiapkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dalam memanfaatkan teknologi AI. Hal ini bertujuan agar perkembangan teknologi tidak melampaui kesiapan masyarakat.
"Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia siap menghadapi era kecerdasan buatan dengan pemahaman dan kemampuan untuk memanfaatkannya secara maksimal," pungkas Meutya.




