MAHATVA.ID – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengirim tim negosiasi ke Qatar pada Minggu (6/7/2025) untuk membahas gencatan senjata di Gaza. Namun, Israel menolak proposal terbaru dari Hamas, yang disebut "tidak dapat diterima."
"Perubahan yang ingin dilakukan Hamas dalam usulan Qatar telah disampaikan kepada kami tadi malam dan tidak dapat diterima oleh Israel," demikian pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Netanyahu.
Meskipun demikian, Israel tetap membuka ruang dialog. "Menimbang penilaian situasi saat ini, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengarahkan agar undangan untuk perundingan jarak dekat diterima dan agar kontak untuk pengembalian sandera kami – berdasarkan usulan Qatar yang telah disetujui Israel – dilanjutkan," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip dari France 24.
Kantor Netanyahu juga mengonfirmasi bahwa tim negosiator telah diberangkatkan menuju Qatar untuk memulai pembicaraan lebih lanjut.
Sementara itu, Hamas mengumumkan pada Jumat malam bahwa mereka siap memulai perundingan "segera" mengenai usulan gencatan senjata yang disponsori oleh Amerika Serikat (AS).
Presiden AS, Donald Trump, yang tengah gencar mengupayakan akhir dari perang yang telah berlangsung hampir 21 bulan di Gaza, dijadwalkan akan bertemu Netanyahu di Washington pada Senin (7/7/2025).
Trump menyatakan akan bersikap tegas terhadap Netanyahu, dengan harapan dapat memanfaatkan momentum gencatan senjata antara Iran dan Israel untuk juga mengamankan perdamaian di Gaza.
Konflik Israel-Hamas terus menjadi sorotan dunia internasional, dengan krisis kemanusiaan di Gaza yang semakin memburuk dan meningkatnya tekanan diplomatik agar kedua pihak segera mencapai kesepakatan.

.png)