MAHATVA.ID - Puncak Bogor yang biasanya menjadi destinasi utama perayaan malam tahun baru mengalami penurunan okupansi hotel, baik bintang maupun non-bintang, selama malam pergantian tahun 2024-2025.
Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Djuju Junaedi, mengungkapkan hal ini saat mengevaluasi kunjungan wisata selama libur tahun baru.
Faktor Penyebab Penurunan Okupansi
Djuju menyebut beberapa penyebab penurunan tingkat hunian hotel yang hanya mencapai 50 persen:
- Isu kemacetan di kawasan Puncak Bogor.
- Pemberlakuan ganjil-genap yang membatasi akses kendaraan.
- Maraknya pungli di jalur alternatif menuju kawasan Puncak.
"Akibatnya, banyak wisatawan memilih destinasi alternatif untuk merayakan tahun baru. Tingkat okupansi hotel di Puncak hanya mencapai separuh dari kapasitas," ujar Djuju pada Rabu (1/1/2025).
Untuk menyiasati situasi ini, penyedia penginapan di kawasan Puncak menawarkan paket menginap tiga hari dua malam guna mengantisipasi rekayasa lalu lintas, termasuk penutupan total arus menuju kawasan tersebut.




