Jakarta, MAHATVA.ID — Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan breaking news sektor hulu migas nasional: PT Sumber Aneka Gas berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik OLNG, LPG, dan kondensat terintegrasi. Fasilitas ini menjadi pabrik LNG kedua di Pulau Jawa sekaligus pabrik OLNG terbesar di Jawa, memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong kenaikan lifting gas.
Pabrik terintegrasi tersebut memasuki tahap komisioning dan direncanakan diresmikan setelah Lebaran 2026. Keberhasilan ini menandai titik balik percepatan investasi hulu migas, setelah perjalanan panjang sejak penemuan gas di Lapangan Sumber sekitar satu dekade lalu. Tantangan birokrasi dan tarik-ulur pemanfaatan gas akhirnya terurai melalui kepemimpinan yang tegas, konsisten, dan patuh aturan.
“Ke depan, tidak boleh lagi ada investasi dan revenue tertunda hingga 10 tahun. Semua harus dikerjakan cepat, cermat, dan produktif sesuai regulasi,” tegas Djoko Siswanto dalam laporannya.
Bahan Baku & Proses Kilang
Sumber gas berasal dari sumur Lapangan Sumber milik di Jawa Timur. Komposisi gas mengandung C1 (metana), C2 (etana), C3 (propana), C4 (butana), tanpa fraksi C5/C6+, dengan impurities CO₂ hingga 47% dan N₂ sekitar 3%—menjadikannya salah satu pengolahan CO₂ terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.
Tahapan pengolahan meliputi:
- Pemisahan CO₂ dan N₂,
- Lean gas diolah menjadi:
- LNG (C1–C2),
- LPG (C3–C4),
- Kondensat (C5+),
Kapasitas Produksi
- LNG: 10 BBTUD
- LPG: 30 MTPD
- Kondensat: 500 BOPD



