MAHATVA.ID -Hujan deras yang mengguyur Kota Larat sejak Jumat malam (27/6/2025) memicu banjir hingga setinggi 50 cm dan merendam Pasar Larat, Sabtu sore (28/6). Genangan air menutup akses jalan, melumpuhkan aktivitas jual beli, dan memaksa warga membagikan foto kondisi lapangan ke media sosial dan grup WhatsApp.

“Air naik cepat, pasar terendam sampai lutut. Kami langsung sebar foto di grup WhatsApp Tanut Raya supaya cepat ditangani,” kata salah satu warga Desa Ritabel yang aktif melaporkan kondisi banjir.


Warga menduga sistem drainase yang buruk menjadi penyebab utama banjir yang kerap melanda Kota Larat setiap musim hujan. Saluran air yang dangkal dan tersumbat membuat air hujan meluap ke area pasar, jalan protokol, dan permukiman padat penduduk.

“Drainase harus dibenahi total. Kalau tidak, setiap hujan besar, pasar pasti terendam lagi,” ungkap salah satu warga Larat dengan nada kesal.


Tak hanya area pasar, banjir juga merendam kawasan Ridool bagian bawah, Kampung Bugis, dan Kampung Babar di Desa Ritabel. Warga memperkirakan 70% kawasan perkotaan Larat rawan terendam jika hujan deras turun bersamaan dengan pasang laut.

Hingga Sabtu malam, sebagian ruas jalan dan pelataran pasar masih digenangi air, memperparah kemacetan dan aktivitas perekonomian warga.


Banjir ini berdampak pada pedagang pasar, warga sekitar, dan pengguna jalan di pusat kota. Foto-foto situasi terkini beredar cepat melalui media sosial, menambah sorotan publik terhadap masalah banjir yang berulang.


Warga mendesak pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk segera bertindak dan menjadikan penataan drainase sebagai prioritas pembangunan daerah.

“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya warga. Pemerintah jangan tunggu pasar lumpuh total baru bergerak,” tegas seorang warga Ritabel.