Jakarta, MAHATVA.ID – Pasar Modal Indonesia membuktikan daya tahannya di tengah tekanan global dan dinamika domestik sepanjang tahun 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja pasar yang stabil dan positif, bahkan melampaui sejumlah target yang telah ditetapkan.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, capaian tersebut tercermin dari meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal nasional.
“Dari total 20,3 juta investor, rata-rata yang aktif bertransaksi mencapai lebih dari 901 ribu investor per bulan,” ujar Iman dalam konferensi pers akhir tahun BEI, Selasa (30/12/2025).
Investor Ritel Masih Dominan
Iman menjelaskan, transaksi investor ritel masih mendominasi pasar dengan porsi mencapai 49,9 persen. Sementara itu, transaksi investor institusi asing menyumbang lebih dari 36,3 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian.
Sepanjang 2025, BEI mencatat 26 saham baru yang melantai melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Total dana yang berhasil dihimpun dari IPO saham mencapai Rp18,1 triliun.
Dengan tambahan tersebut, jumlah perusahaan tercatat saham hingga Desember 2025 mencapai 956 emiten.
Penghimpunan Dana Saham Naik 26,6 Persen
Selain saham, BEI juga mencatat penerbitan berbagai efek baru lainnya, meliputi:




