MAHATVA.ID -Balai Desa Lermatan menjadi saksi semaraknya Perayaan Paskah Sinode GPM 2025, sebuah momentum rohani dan sosial yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Lermatan, Akhill Nusmese. Kegiatan akbar yang digelar oleh Gereja Protestan Maluku (GPM) yang agendanya akan dipusatkan di Saumlaki: Klasis GPM Tanimbar Selatan, dan mengusung tema penuh harapan: “Kristus Bangkit, Jalanilah Hidupmu dengan Tidak Gentar.”  Jumat (16/5/2025)

Tak hanya menjadi perayaan iman, Paskah Sinode GPM 2025 juga hadir sebagai wujud konkret kepedulian sosial melalui Aksi Diakonal berupa pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program ini menjangkau tiga titik strategis: Desa Lermatan, Desa Kabyarat, dan Desa Otomer.

“Ini bukan sekadar perayaan liturgis, tetapi bentuk nyata kasih Tuhan dalam tindakan nyata. Melalui pelayanan kesehatan ini, gereja hadir menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Dominggus Makatita, Ketua Panitia Paskah Sinode GPM.

Program kesehatan ini dilaksanakan oleh Seksi Kesehatan Panitia Paskah bekerja sama dengan Tim Kesehatan Sinode GPM, yang menghadirkan layanan seperti pemeriksaan umum, edukasi kesehatan, hingga pengobatan gratis.

Warga di tiga desa tersebut menyambut antusias kegiatan ini sebagai bentuk nyata perhatian gereja terhadap kondisi riil masyarakat.

Akhill Nusmese, selaku Kepala Desa Lermatan, mengapresiasi langkah sinergis antara gereja dan elemen masyarakat. “Ini kebanggaan bagi kami. Paskah tahun ini bukan hanya memperkuat spiritualitas warga, tetapi juga memberi sentuhan langsung pada aspek kehidupan yang sangat penting yaitu kegiatan pelayanan kesehatan yang di laksanakan desa Lermatan,” ujarnya.

Sementara itu, puncak acara Paskah Sinode yang semula dijadwalkan pada Sabtu, 17 Mei 2025, mengalami penyesuaian karena perubahan jadwal penerbangan Ketua Umum PGI. Sinode GPM pun menetapkan hari Minggu, 18 Mei 2025, sebagai puncak perayaan.

Dengan melibatkan gereja, aparat desa, dan tenaga medis, Paskah Sinode GPM 2025 menunjukkan wajah gereja yang tidak hanya berbicara tentang iman, tetapi juga bertindak dalam kasih, membangun masyarakat secara holistik di tengah tantangan wilayah perbatasan seperti Kepulauan Tanimbar.