Bogor, MAHATVA.ID – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor menggelar Pelantikan Serentak Lembaga PC Fatayat NU dan 150 Pimpinan Ranting se-Kabupaten Bogor, pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor dan dihadiri sejumlah tokoh strategis daerah serta Nahdlatul Ulama.

Pelantikan tersebut mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU yang diwakili Bidang Organisasi dan Pengkaderan Dewi Chandra Nur Imamah. Ia menilai pelantikan 150 ranting dari 40 kecamatan sebagai capaian signifikan dalam separuh periode kepengurusan PC Fatayat NU Kabupaten Bogor.

“Ini menjadi progres yang sangat baik. Namun, pekerjaan rumah masih cukup besar karena masih perlu membentuk sekitar 286 ranting lagi,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Decan itu.

Pelantikan serentak ini dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai titik awal konsolidasi gerakan Fatayat NU Kabupaten Bogor. Konsolidasi diarahkan untuk memperkuat tata kelola organisasi, mendorong kemandirian ekonomi perempuan, serta memperluas dampak sosial Fatayat NU hingga ke tingkat desa dan komunitas paling bawah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Desi Hasbiyah, menegaskan bahwa Fatayat NU hadir sebagai kekuatan sosial yang aktif dalam pembangunan umat dan bangsa.

“Fatayat NU tidak hanya hadir sebagai organisasi perempuan, tetapi sebagai kekuatan sosial yang aktif membangun umat dan bangsa, dimulai dari akar rumput,” ujarnya dalam kegiatan bertema “Menguatkan Organisasi, Menggerakkan Ekonomi, Menumbuhkan Akar Rumput.”

Senada dengan itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bogor, Nidlomatum Mukhlisotur Rohmah, menyampaikan bahwa pelantikan 150 pimpinan ranting merupakan bentuk apresiasi terhadap militansi kader Fatayat NU di tingkat bawah.

“Ini adalah ikhtiar membumikan gerakan Fatayat agar semakin dekat dengan umat. Kami melanjutkan amanah kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Teh Niar, yang menitipkan tanggung jawab besar untuk merawat 40 PAC di tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut juga menghadirkan tantangan baru, yakni memastikan seluruh ranting tetap aktif, terawat, dan berkelanjutan dalam khidmatnya kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat.