Bekasi,MAHATVA.ID -Di tengah dinamika politik nasional yang kian kompleks, kebutuhan akan pendidikan politik yang sehat, cerdas, dan membangun menjadi semakin mendesak. 

Hal ini ditegaskan oleh Alex Keliduan, Ketua DPK Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam sebuah pernyataan yang menekankan pentingnya kesadaran kritis masyarakat terhadap arah demokrasi Indonesia.

Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, Alex Keliduan menyampaikan bahwa politik tidak boleh dipersempit hanya sebagai ajang perebutan kekuasaan, tetapi harus dimaknai sebagai sarana pendidikan publik untuk menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.

“Politik harus menjadi ruang belajar bagi rakyat. Bukan sekadar alat kepentingan elit, tetapi alat perjuangan untuk keadilan dan kemakmuran bersama,” tegasnya.

Alex menyoroti bahwa rendahnya literasi politik di tengah masyarakat seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun opini yang menyesatkan. Akibatnya, masyarakat menjadi mudah terprovokasi, terpecah, dan kehilangan arah dalam menentukan pilihan politik.

Menurutnya, pendidikan politik harus diarahkan pada tiga hal utama:

Kesadaran kritis masyarakat, Pemahaman hak dan kewajiban sebagai warga negara dan Kemampuan menilai informasi secara objektif

Ia menambahkan bahwa masyarakat yang cerdas secara politik tidak akan mudah dipecah oleh isu-isu identitas, hoaks, maupun propaganda sesaat.

Dalam konteks ini, Alex juga memberikan penekanan khusus pada peran generasi muda. Ia menyebut bahwa pemuda harus menjadi garda terdepan dalam membangun demokrasi yang sehat.