JAMBI, MAHATVA.ID – Kabar positif kembali datang dari sektor hulu migas nasional. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) berhasil menyelesaikan pengeboran pengembangan Sumur NEB-85ST sekaligus uji produksi awal pada 22 Februari 2026 dengan hasil yang melampaui target Work Program and Budget (WP&B).

Sumur NEB-85ST memiliki tiga target reservoir berdasarkan hasil evaluasi open hole, dengan target utama berada pada interval LTAF-B di kedalaman 5.907–5.927 ft MD, serta LTAF-D pada kedalaman 5.975–5.995 ft MD dan 6.003–6.023 ft MD.

Hasil well test menunjukkan kinerja produksi yang signifikan. Pada bukaan choke 56/64 inci, sumur ini mampu mengalirkan gas sebesar 3 MMSCFD dan kondensat 103 BCPD, jauh melampaui target awal WP&B yang ditetapkan sebesar 1,1 MMSCFD gas dan 38,5 BCPD kondensat.

Menanggapi capaian tersebut, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan apresiasi kepada PetroChina Jabung atas keberhasilan pengeboran yang dinilai strategis bagi peningkatan produksi migas nasional.

“Keberhasilan pengeboran Sumur NEB-85ST dengan hasil produksi yang melampaui target WP&B menunjukkan bahwa potensi lapangan eksisting masih sangat menjanjikan. Ini menjadi bukti nyata bahwa upaya intensifikasi dan optimalisasi lapangan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan lifting migas nasional,” ujar Djoko Siswanto.

Ia juga menyoroti aspek keselamatan dan efisiensi biaya yang dicapai dalam kegiatan pengeboran tersebut.

“Pengeboran berjalan aman tanpa insiden atau kecelakaan kerja, serta realisasi biaya tetap terkendali. Hal ini mencerminkan penerapan kaidah teknik yang baik dan komitmen kuat terhadap keselamatan kerja,” tambahnya.

Dari sisi anggaran, realisasi biaya pengeboran Sumur NEB-85ST tercatat sekitar USD 4,2 juta, atau setara 76 persen dari total anggaran USD 5,5 juta sesuai AFE original yang telah disetujui SKK Migas.

Ke depan, PetroChina Jabung dijadwalkan melanjutkan pengeboran Sumur Gemah-85 dalam waktu 3–4 minggu ke depan. Sumur pengembangan ini diharapkan mampu mempertahankan momentum positif dan memberikan tambahan produksi migas.