Bogor, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menerima kunjungan studi tiru dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antar-unit pelaksana teknis (UPT) Pemasyarakatan, terutama dalam pembangunan zona integritas, Jumat (24/10/2025).
Rombongan dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur yang dipimpin oleh Kepala Lapas Wahyu Indarto beserta jajaran, disambut secara resmi oleh Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto bersama timnya. Dalam kunjungan tersebut, pihak Lapas Cibinong memaparkan strategi dan langkah-langkah efektif yang telah diterapkan dalam meraih serta mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi antar-UPT Pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik kegiatan studi tiru ini. Pertemuan seperti ini menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan dan berbagi praktik baik, sehingga kualitas pembinaan dan pelayanan baik bagi warga binaan maupun masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujar Wisnu.
Rombongan juga meninjau langsung berbagai program inovasi unggulan di Lapas Cibinong, seperti pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta program Dapur Sahabat.
Selain itu, mereka turut mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) untuk melihat pelatihan keterampilan warga binaan dalam bidang ketahanan pangan, sesuai dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pelatihan tersebut mencakup pembuatan roti Pramudana, kerajinan tangan, konveksi, budidaya hidroponik, hingga peternakan.
Kepala Lapas Gunung Sindur, Wahyu Indarto, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan belajar bersama tersebut.
“Kami mendapatkan banyak inspirasi dan ide baru dari Lapas Cibinong, khususnya dalam hal pengelolaan pembinaan dan inovasi layanan. Semoga hasil kunjungan ini dapat kami terapkan di satuan kerja kami,” ungkapnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen kedua Lapas untuk terus berinovasi serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Pemasyarakatan yang PASTI Bermanfaat bagi masyarakat.




