MAHATVA.ID -Langkah cepat dan humanis yang diambil Polsek Tanimbar Utara dalam menangani kasus pemukulan antarwarga membuahkan hasil positif. Insiden yang terjadi pada Kamis malam (5/6) sekitar pukul 22.22 WIT itu berhasil diselesaikan melalui jalur mediasi damai.
Korban dalam insiden tersebut adalah seorang guru aktif di SMK Negeri 1 Larat, yang melaporkan kejadian ke pihak kepolisian setelah terjadi pemukulan akibat kesalahpahaman. Merespons laporan tersebut, aparat Polsek Tanut langsung bergerak cepat dan mengamankan terduga pelaku untuk proses klarifikasi.
Namun, alih-alih berujung pada proses hukum berkepanjangan, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai. Mediasi ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Tanimbar Utara, Aipda Luter Sabono, yang didampingi oleh anggota jaga malam dengan pendekatan persuasif dan kekeluargaan.
Dalam keterangannya kepada media Aipda Sabono menekankan bahwa insiden seperti ini sebaiknya tidak terulang, mengingat pentingnya menjaga kerukunan sosial dan nilai-nilai budaya lokal. “Sebagai masyarakat Tanimbar, kita terikat dalam semangat Duan Lolat yang menekankan nilai persaudaraan, saling menghargai, dan hidup damai. Ini adalah fondasi kehidupan bermasyarakat di Bumi Lelemuku,” ujarnya.
Keberhasilan mediasi ini tidak hanya menjadi contoh penyelesaian konflik secara damai, tetapi juga mencerminkan peran strategis Polsek Tanimbar Utara dalam menjaga stabilitas keamanan, membangun kepercayaan publik, dan memperkuat nilai-nilai toleransi serta kearifan lokal di tengah masyarakat Kepulauan Tanimbar.
Dengan pendekatan restoratif dan dialog yang konstruktif, Polsek Tanut menegaskan komitmennya sebagai pelayan masyarakat yang hadir tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial.


