BOGOR, MAHATVA.ID – Dinamika organisasi kepemudaan di Kabupaten Bogor kembali memanas setelah mencuatnya rencana Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) versi Isanudin yang akan digelar di Villa Loji Nenek, Cigombong. Kehadiran forum tandingan ini membuat sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) buka suara, termasuk Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar dan Alumni Perguruan Tinggi Republik Indonesia (DPD PPAPRI) Kabupaten Bogor.
Pengurus DPD PPAPRI Kabupaten Bogor, Bella Akbar, menilai bahwa sebuah organisasi tidak hanya dibangun berdasarkan struktur formal, tetapi juga harus memiliki legitimasi moral serta sejarah yang sahih.
“Kemunculan kelompok tertentu yang mencoba mengklaim KNPI hanyalah riak kecil yang tak sebanding dengan arus besar kesadaran pemuda yang telah lama memahami di mana kebenaran organisasi itu berpijak,” ujarnya.
Bella menegaskan bahwa DPD PPAPRI Kabupaten Bogor menolak dengan tegas Musda KNPI versi Isanudin yang dinilai tidak memiliki landasan organisasi yang jelas maupun legitimasi yang sah.
“Organisasi pemuda bukan sekadar nama, ia adalah amanah sejarah. Dan amanah itu hanya dapat dijalankan oleh mereka yang memegang legitimasi yang sah. Karena itu PPAPRI tetap teguh. DPD KNPI Kabupaten Bogor yang kami akui hanya kepemimpinan Bung Wahyudi Chaniago,” tambahnya.
DPD PPAPRI berharap agar seluruh pemuda di Kabupaten Bogor tetap menjaga soliditas dan tidak terjebak dalam upaya-upaya yang berpotensi memecah belah kehidupan organisasi kepemudaan.


