MAHATVA.ID -Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada pemerintah daerah (Pemda) agar tidak mengabaikan kebijakan pemerintah pusat. Ia menilai masih banyak program nasional yang tidak dijalankan di tingkat daerah, meski anggaran telah dikucurkan.

Dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/3/2026), Prabowo menyoroti lemahnya implementasi program pusat di daerah. Ia bahkan mengingatkan agar kepala daerah tidak bersikap seolah-olah menantang kebijakan pemerintah pusat.

“Jangan nantang-nantang pemerintah pusat. Banyak yang seharusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi, tetapi tidak dijalankan,” ujarnya, dikutip dari tayangan Kompas TV.

Presiden mengungkapkan, kondisi tersebut memaksa pemerintah pusat turun tangan langsung menangani sejumlah proyek di daerah. Padahal, dana pembangunan telah ditransfer melalui berbagai skema, termasuk dana desa.

“Itu rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Ada dana desa, ke mana dananya? Di bupati ke mana, di gubernur ke mana. Tapi, saya ambil alih tanggung jawab,” tegasnya.

Lebih jauh, Prabowo juga mengkritik pola pengelolaan anggaran daerah yang dinilai belum efisien. Ia mencontohkan pembelian kendaraan dinas dengan nilai fantastis yang tidak sejalan dengan prinsip penghematan.

“Ada pemda beli mobil gubernur Rp8 miliar. Saya sebagai presiden pakai kendaraan buatan dalam negeri sekitar Rp700 juta sampai Rp1 miliar. Tidak sampai Rp8 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, pemborosan seperti itu menunjukkan masih lemahnya kesadaran akan tanggung jawab dalam mengelola anggaran publik.

Prabowo pun menyerukan agar para kepala daerah kembali pada prinsip dasar pemerintahan, yakni bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar menjalankan kekuasaan administratif.