BOGOR, MAHATVA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional Presiden Prabowo Subianto kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Bogor. Sejumlah keluhan dari orang tua siswa mencuat melalui media sosial terkait kualitas menu dan kelayakan makanan yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar.
Keluhan pertama datang dari wali murid SD Negeri Cijayanti 01, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial pada Rabu (17/12/2025), seorang orang tua siswa mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu MBG yang dinilai kurang diminati anak-anak.
Dalam video tersebut, wali murid bahkan menunjukkan buah salak dalam kondisi membusuk yang dibagikan sebagai bagian dari menu MBG. Ia berharap agar menu makanan lebih disesuaikan dengan selera anak-anak dan tetap memenuhi standar gizi.
“Assalamualaikum Bapak-Ibu, saya dari orang tua wali murid SDN Cijayanti 01, saya mau mengkonfirmasi masalah MBG. Kalau bisa menunya yang anak-anak suka dan bisa dikonsumsi dengan baik,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia juga meminta adanya evaluasi terhadap menu yang dinilai monoton dan kualitas buah yang tidak layak konsumsi.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Camat Babakan Madang, Iskandar, mengaku belum menerima laporan resmi terkait keluhan MBG di SDN Cijayanti 01.
“Saya belum mendapatkan laporan, jadi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” singkatnya.
Tak hanya di Babakan Madang, keluhan serupa juga muncul dari wali murid di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Dalam unggahan media sosial, menu MBG yang dibagikan terlihat hanya berisi roti, sukro, dan susu yang dikemas menggunakan plastik, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait standar gizi program tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawati, serta Sekretaris Dinkes, Irman Gapur, belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi oleh wartawan.




