Bogor, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali menghadirkan inovasi pembinaan kemandirian warga binaan melalui produk unggulan baru bernama Roti “Prabudana”. Produk hasil kreasi warga binaan ini memiliki cita rasa khas, halal, dan siap bersaing di pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Rabu (29/10/2025).

Roti Prabudana bukan sekadar makanan, tetapi menjadi simbol kreativitas, semangat perubahan, dan peluang ekonomi baru bagi warga binaan. Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan untuk meningkatkan keterampilan serta mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menegaskan bahwa peluncuran Roti Prabudana adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Cibinong.

“Roti Prabudana adalah wujud nyata pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Cibinong. Produk halal ini bukan hanya lezat dan higienis, tetapi juga mencerminkan kreativitas dan kemampuan ekonomi warga binaan yang siap bersaing di pasar UMKM,” ujar Wisnu.

Proses pembuatan Roti Prabudana dilakukan dengan standar kebersihan yang tinggi dan bahan berkualitas, serta tersedia dalam berbagai varian rasa seperti roti manis, roti isi cokelat, dan aneka pilihan lainnya. Seluruh proses produksi dilakukan langsung oleh warga binaan di bawah bimbingan dan pengawasan petugas Lapas Cibinong.

Salah satu warga binaan peserta pelatihan, berinisial SE, mengungkapkan rasa bangganya dapat ikut serta dalam program ini.

“Awalnya saya ragu bisa membuat roti sendiri, tapi melalui pelatihan ini saya mendapat keterampilan baru dan harapan untuk memulai hidup baru setelah bebas. Roti Prabudana yang halal membuat saya bangga bisa berkarya,” tuturnya.

Dengan tampilan menarik, rasa lezat, nilai sosial tinggi, dan jaminan kehalalan, Roti Prabudana diharapkan dapat menjadi ikon produk pembinaan Lapas Cibinong yang mampu menembus pasar lokal, sekaligus menjadi inspirasi dalam mendukung pengembangan produk UMKM hasil karya warga binaan.