Bogor, MAHATVA.ID – Pengendara yang melintasi Jalan Raya Bojong Nangka, tepatnya di wilayah Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi jalan yang kotor dan licin akibat ceceran tanah merah dari aktivitas proyek yang diduga milik SGMP.

Tanah merah yang berserakan di badan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Selain itu, cuaca panas juga memperparah kondisi dengan menimbulkan debu tebal yang beterbangan ke arah permukiman dan pengguna jalan.

"Seharusnya yang punya proyek membersihkan jalan ini, jangan ditinggalin seperti ini saja. Ini dapat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan," ujar salah satu pengendara dalam video yang beredar (16/07/2025).

Warga menilai pihak pelaksana proyek terkesan abaikan tanggung jawab sosial, terutama dalam menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan sekitar proyek. Ketiadaan tindakan pembersihan dinilai sebagai bentuk kelalaian yang bisa berujung pada kecelakaan lalu lintas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SGMP belum memberikan klarifikasi atau keterangan resmi terkait protes warga dan kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat.